PRODUKSI D'ARTBEAT

SIAPA KAYA SIAPA MISKIN

Pasar…. Adalah tempat pertemuan orang dari berbagai kalangan. Yang kaya, yang miskin, yang berhati besar & mulia, yang berhati kecil & mementingkan diri sendiri maupun yang hanya ingin menerima daripada memberi.

Adalah Philip seorang anak muda lulusan SMP yang terpaksa tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena orang tua miskin yang tidak dapat membiayai pendidikan nya lebih jauh lagi.. Kemiskinan & kurangnya pendidikan bukanlah alasan untuk tidak memberi bagi Philip.

Sedangkan seorang wanita berpendidikan sarjana, anak seorang kaya raya, Jelita namanya, memandang mereka yang kurang beruntung sebagai pribadi yang seharusnya mendapatkan perhatian dari mereka yang lebih beruntung.

Kisah manusia-manusia seputar kehidupan 2 sejoli yang saling jatuh hati ini menjadi menarik karena mereka dikelilingi oleh berbagai type manusia, dari yang miskin hingga yang kaya..

Mungkinkah bagi orang seperti Philip yang tanpa pendidikan & harta akan berhasil meminang Jelita serta bisa menjadi “seseorang” yang layak diperhitungkan?

Benarkah Siapa Kaya Siapa Miskin bukan ditentukan dari harta yang kita miliki?

KUNJUNGAN TUAN

Di sebuah daerah, dimana semuanya berlangsung lancar & biasa, terjadi kehebohan. Ada berita bahwa akan datang seorang Utusan dari Batavia yang akan mengadakan inspeksi ( pemeriksaan ) terhadap semua kinerja pimpinan-pimpinan Instansi di daerah tersebut.

Terjadilah kepanikan di antara mereka. Semua yang berlangsung lancar & biasa, menjadi gawat & darurat. Itu karena mereka lancar & biasa bertindak salah & tidak mengerjakan tugas masing-masing sesuai peraturan yang sudah ditetapkan. Lancar & biasa melakukan pelanggaran yang lancar & biasa ditutup-tutupi demi keuntungan pribadi.

Tapi apakah kali ini mereka berhasil menutupi kotoran-kotoran yang sudah terlanjur berserakan, sementara kunjungan Tuan Utusan itu bisa saja terjadi besok atau hari ini ?

PUTIH HITAM LASEM

Lian Hoa seorang gadis Tionghoa, dari keluarga Tan pemilik pembatikan Padma Putera, bersahabat dengan Ario Adiatmojo, dari keluarga Jawa pemilik pembatikan Banyu Bening. Persahabatan itupun berkembang menjadi percintaan yang mengarah ke pernikahan. Tapi persahabatan berbeda dengan percintaan bagi Bude Nawangsari dan Bapak Adiatmojo, orang tua Ario, begitu juga kedua orang tua Lian Hoa tidak menyetujui pernikahan mereka.

Suatu hari di pembatikan Banyu Bening mendadak terjadi kebakaran hebat melanda seluruh tempat itu. Kebakaran tersebut telah menyebabkan Bapak Adiatmojo mengalami luka bakar parah dan meninggal tak lama kemudian.
Kota Lasem gempar karena tersiar kabar bahwa Lian Hoa yang saat itu ada di Pembatikan Banyu Bening-lah yang melakukan pembakaran yang menelan banyak korban itu. Lian Hoa menghilang sejak saat itu, tak terlacak jejaknya bahkan oleh pihak yang berwajib yang berusaha menyelidiki peristiwa mengerikan itu.

Dua belas tahun berlalu … Dengan tak terduga Lian Hoa muncul kembali di kota Lasem. Namun kedua orang tuanya telah meninggal dunia, dan Ario yang tetap dicintainya telah menikah dengan Retno, karena tak mampu menahan desakan Bude Nawangsari. 

Apakah maksud kepulangan Lian Hoa ke kota Lasem? Sanggupkah dia menguraikan simpul lilitan putih dan hitam yang telah kusut bersilangan selama ini?

Dipentaskan di :

2014 – Graha Bhakti Budaya, TIM – Jakarta.

2015 – Ciputra ArtPreneuer, Jakarta.

2018 – Taman Budaya, Yogyakarta. 

SEMUA UNIK SEMUA ISTIMEWA

Grup musik Girlband “Violet” dan boyband “Niyoru” yang sangat terkenal dikalangan anak muda, bertemu dalam sebuah Konser musik gabungan. Mora dan Moru sebagai cucu dari F&B Manager dari Hotel tempat grup Violet dan Niyoru menginap, begitu menginginkan untuk bertemu dan berbincang-bincang langsung dengan para anggota band idola mereka.

Namun karena kesederhanaan mereka dan kesalahpahaman serta ketinggian hati dari ke 2 grup band yang terkenal itu, maka telah menimbulkan perasaan tertolak yang berbuah kemarahan dan niat untuk membuat kekacauan.

Mora mengalami kepahitan karena menyaksikan konflik berkepanjangan antara papa dan mamanya yang berdampak pada kematian sang mama saat melahirkan Moru. Sejak saat itu, Mora & Moru ditinggalkan sang papa pada nenek yang membesarkan mereka.

Ditinggalkan begitu saja oleh sang papa telah meninggalkan rasa tertolak dan tidak diterima. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang jauh dibawah teman-teman mereka telah menciptakan rasa rendah diri dari ke 2 remaja ini. Perasaan tertolak dan rendah diri ternyata menghasilkan tindakan yang bisa berakibat fatal, khususnya bagi kelanjutan konser besar ini.

Mora dan Moru tidak menyadari bagaimanapun masa lalu dan keberadaan mereka saat ini, mereka tetaplah berharga di mata Tuhan dan memiliki keunikkan sendiri yang tidak boleh disesali. Ada hal yang terlupakan, yaitu bahwa Tuhan menciptakan s.u.s.i (semua unik, semua istimewa).

GARIS KEHIDUPAN

Drama Musikal ini merupakan Pementasan Tribute untuk Varian Adiguna yang merupakan Sutradara dari semua pertunjukkan D’artbeat sampai dengan 2012.Konser ini akan menceritakan mengenai perjalanan Drama Musikal D’artbeat dari yang pertama sampai Drama musikal terakhir yang disutradarai oleh Varian Adiguna.

DIVA

Yasmin, seorang gadis belia, sebagai anak tunggal hidup dalam asuhan ibunya, seorang pengusaha yang sangat berhasil, dan telah merencanakan masa depan Yasmin sebagai penerusnya untuk menjalankan   usaha pabrik gula yang amat besar.

Sebaliknya Yasmin yang lebih menyukai dunia pentas dan bermimpi suatu saat bisa menjadi seorang artis akhirnya melarikan diri dari rumah, datang ke kelompok sandiwara Bintang Kejora yang sedang mengadakan audisi. Bintang Kejora sedang mencari pemain pengganti karena Dahlia, pemain utamanya mengalami kecelakaan saat berlatih.

Setelah melalui audisi yang cukup ketat akhirnya Yasmin diterima untuk menggantikan Dahlia. Posisi pemain utama ini ternyata juga menjadi incaran Roos, pemain senior yang dengan segala cara berusaha mendapatkan peran itu, termasuk pendekatan langsung ke sutradara.

Juga secara diam2 tanpa diketahui  Anjas dan Tio, dua sahabat dekatnya,  Dahlia dalam segala kesakitannya juga terus berlatih karena tetap berharap dia akan berhasil mencapai impian hidupnya  selama ini, menjadi primadona.  Kehidupan berkelompok yang didalamnya mengandung sukaduka, kasih persahabatan, persaingan bahkan penghianatan,  dan perjuangan untuk mewujudkan mimpi, terjalin menjadi satu dalam cerita ini.

Apakah Yasmin berhasil mewujudkan mimpinya?

Apakah masih ada yang lebih mengutamakan orang lain disaat kemurahan hati semakin menipis seperti saat ini?

SATU KATA yang TERTUNDA

Mei Chen, seorang gadis yang terlahir cacat akibat gagalnya usaha sang ibu melakukan aborsi. Merasa tidak diinginkan, ia memilih untuk pergi. 

Kasih tulus dari mantan gurunya mendorongnya untuk maju dan menjadi wanita yang berhasil. Namun kepahitan hati menghadang langkahnya. 

Akankah ia menemukan ketenangan jiwa?
Cukupkah waktu untuk ia berdamai?

MUTONG SAHABATKU

Kehidupan masa kecil seharusnya adalah kehidupan yang penuh kebahagiaan. Sayangnya tidak semua anak memiliki jalan kehidupan seindah anak-anak lainnya….

Lovy…. seorang anak yatim piatu berusia 8 tahun harus tinggal di Panti Asuhan… Sekalipun miskin, Lovy memiliki kelebihan bersuara indah sehingga akhirnya dia diajak untuk ikut Paduan Suara.….. Paduan Suara yang pesertanya hidup jauh lebih beruntung dari Lovy karena mereka berkecukupan, dan tentunya….. masih memiliki orang tua….

Persaingan dan konflik diantara anak-anak terjadi selama masa-masa latihan persiapan Lomba Paduan Suara… Adalah Triolita yang selalu iri kepada Lovy… Akankah peran pemimpin Paduan Suara “Miss Pinkys” dalam mendidik akan mampu mempersatukan anak-anak? Adakah “cara” atau mungkin, “sesuatu” lainnya yang mampu mencairkan benih-benih persaingan diantara mereka?

SUATU SAAT di STASIUN

Tanpa direncanakan, telah menjadi sebuah tempat dimana berkumpulnya manusia – manusia, yang secara kebetulan atau tidak , ternyata mewakili kehidupan – kehidupan masa sekarang yang diliputi dengan berbagai pergumulan hidup. Suka duka kehidupan, yang sering kali agak pelik dan ternyata tidak sederhana untuk dicari jalan keluarnya. 

Ada Rinto yang dicintai oleh orang – orang di stasiun,namun misterius karena tak pernah diketahui berasal dari mana dan hendak kemana. Tak kurang dari Yanto, pengamen kecil yang kenyang dengan hajaran bapaknya bila kalah berjudi. Kepedihan Dana, seorang wanita hamil tua, gamang menghadapi masa depan karena sering ditinggal suaminya. Bahkan, Johan, seorang Pendeta, yang selayaknya menjadi panutan dan lambang dari manusia “super” karena dianggap “dekat dengan surga……” , ternyata juga lari dari masalah yang harus dihadapinya. 

Dalam tempo singkat, berbagai kisah kehidupan terungkap dan menggugah serta menjadi cermin bagi kita semua, “ mungkin kita pun adalah salah satu pameran dalam cerita ini “ 

Adakah pemecahan dari setiap masalah ?

Apakah masih ada jalan keluar dan keputusan yang tepat bagi setiap orang dimana keadilan dan kasih dapat berjalan seiring sejalan?

PULANG

Apakah hidup terasa kosong? pernahkah kita menyadari bahwa usaha pencarian akan kebahagiaan dalam dunia ini tidak memberi jawaban yang memuaskan?

Nina, ditinggal pacar yang menghamilinya, lari dari Bapak dan keluarganya, tak pernah membayangkan akhirnya terjerumus dalam kehidupan malam, dan kemiskinan. hidup mengharap cinta dari satu laki-laki ke laki-laki lain nya.   tanpa seorangpun memberi kepastian kepada Nina.

Sesungguhnya, seluruh keluarga menanti kepulangan Nina. seberapa pun besarnya aib yang dilakukan Nina. tidak bisa menandingi besarnya kasih sayang sebuah keluarga terutama kasih seorang Bapak kepada anaknya.

Apakah Nina akan pulang? dan apakah pulang selalu menjadi keputusan yang tepat? 

INSPEKTUR JENDERAL

Mengisahkan tentang sebuah kota kecil di daerah Jawa, yang menurut kabar akan disidak oleh Inspektur Jenderal dari Batavia. Segala carapun dilegalkan oleh aparat pemerintahan untuk menjaga tampang masing – masing agar tidak tercoreng oleh arang kotor bikinan mereka sendiri.

Namun bagaimana jika ternyata Inspektur Jenderal yang mereka sambut adalah Inspektur Jendral palsu? Dan celakanya, mereka memang tidak benar – benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Sang Inspektur Jenderal.

Bagaimana dengan kita? Akankah kita siap manakala Inspektur Jenderal kita yang sesungguhnya datang kembali untuk menghakimi yang hidup dan yang mati ?